Jenis-Jenis Advetorial


Advertorial adalah bentuk periklanan yang disajikan dengan gaya bahasa jurnalistik. Advertorial berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris Advertising dan Editorial. Periklanan (advertising) adalah penyajian materi secara persuasif kepada publik melalui media massa dengan tujuan untuk mempromosikan barang atau jasa. Editorial adalah pernyataan tentang opini yang merupakan sikap resmi dari redaksi.

Tujuan dan Fungsi:  
Advertorial merupakan salah satu bentuk periklanan yang ada di media massa dengan menggunakan gaya bahasa jurnalistik. Tujuan utama dari advertorial adalah untuk memperkenalkan serta mempromosikan kegiatan, produk, atau jasa dari suatu perusahaan kepada khalayaknya. Tujuan lain dari advertorial adalah untuk memberikan citra yang baik kepada perusahaan itu sendiri. Fungsi utama dari advertorial adalah untuk pendamping, penerjemah, sekaligus penafsir iklan yang terdapat di media massa.

Jenis Advertorial 
Jenis advertorial dibedakan berdasarkan materi pesan yang disampaikan dalam penulisannya. Berikut adalah beberapa jenis advertorial:
  1. Advertorial produk. Dalam penulisannya, membahas mengenai produk-produk apa saja yang ingin disajikan ke masyarakat. 
  2. Advertorial jasa. Dalam penulisannya, menyajikan jasa yang ditawarkan pada khalayak.
  3. Advertorial korporat (perusahaan). Dalam penulisannya, membahas mengenai keberadaan dan kegiatan suatu perusahaanatau instansi yang bersangkutan. 
  4. Advertorial pemerintahan. Dalam penulisannya, membahas mengenai kegiatan di bidang pemerintahan atau potensi suatu daerah. 

Contoh-Contoh Advetorial:

Advetorial Produk

Mercy GLS Jamu Para Direktur

Jakarta, KompasOtomotif – Penyetaraan SUV terbaru Mercedes-Benz Indonesia, GLS, dengan kemewahan sedan S-Class, membentuk target pasar dengan sendirinya. Jika GLA untuk anak muda, GLC buat pejabat setara senior manager, dan pintu GLE menyambut eksekutif mapan, maka GLS ditujukan menjamu para direktur.
“Targetnya untuk para direktur dan para pebisnis. Jadi ada dua, di korporasi level pejabat di manajemen dan kalau di bisnis lebih ke pemiliknya,” jelas Hari Arfianto, Deputy Director Marketing Communication, MBI, saat peluncuran GLS, Rabu (3/11/2016).
GLS merupakan generasi penerus GL-Class, penamaan baru ini dilakukan setelah pengumuman nomenclature Mercedes-Benz pada 2014. Posisinya sebagai SUV paling mewah, paling bertenaga, sekaligus paling bongsor.
GLS yang dijual di dalam negeri merupakan rakitan lokal. Hanya ada satu varian yang ditawarkan, 400 Exclusive dengan mesin bensin 3.0L V6 biturbo bertenaga 333 tk dan torsi 480 Nm.
Fitur-fitur unggulannya yaitu transmisi 9G-Tronic, suspensi udara  otomatis, panoramic sliding roof, 14 pengeras suara setingan Harman Kardon, paket integrase Apple CarPlay dan Android Auto, serta dua monitor headrest.
Sistem keamanan didukung airbag dua-tahap buat pengemudi dan penumpang depan (gabungan thorax/pelvisbag) serta windowbag di atas tiga baris kursi. Fitur yang membantu pengemudi, yakni Collision Prevention Assist Plus, Crosswind Assist, Attention Assist, PRE-SAFE system, Brake Assist BAS, sistem traksi all-wheel drive 4ETS, Electronic Stability Program (ESP), cruise control dengan pembatas kecepatan variabel Speedtronic, dan Downhill Speed Regulation (DSR).
Sumber: http://otomotif.kompas.com/read/2016/11/03/080200515/mercy.gls.jamu.para.direktur


Advetorial Jasa:

Akhir Tahun, Zeenrooms Tebar Diskon Menginap 40 Persen


Jakarta - Liburan akhir tahun di depan mata. Ada banyak promo yang bisa didapatkan traveler untuk jalan-jalan nanti, seperti diskon menginap di banyak hotel ini.

Zeenrooms merupakan jaringan hotel budget di Indonesia yang rilis di Indonesia tahun 2015. Selain di Indonesia, Zeenrooms sendiri sudah hadir di beberapa negara seperti Thailand, Singapore, Hong Kong, Filipina, Malaysia, Srilanka, dan Brasil.

Di Indonesia, Zeenrooms memiliki 450 properti hotel di 12 kota yakni Jakarta, Bali, Bogor, Yogyakarta, Lombok, Gili, Bandung, Batam, Surabaya, Makassar, Kepulauan Bintan, dan Malang. Zeenrooms konsepnya mengubah hotel budget atau penginapan dengan kelas yang serupa dan mengubah fasilitas di dalamnya layaknya hotel berbintang.

Dari siaran pers Zeenrooms yang diterima detikTravel, Selasa (15/11/2016) akhir tahun ini Zeenrooms menebar diskon bermalam sebesar 40 %. Diskon tersebut berlaku untuk seluruh penginapan Zeenrooms di Indonesia yang bisa didapatkan mulai tanggal 22 November mendatang. Diskonnya hanya bisa didapati melalui pemesanan aplikasi ZEN Rooms.

"Setelah hadir di tujuan wisata favorit seperti Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, saat ini kami menyasar lebih banyak kota berkembang. Baru baru ini, ZEN Rooms telah hadir di Makassar, Malang, Batam dengan rencana untuk melayani tamu di lebih banyak kota di Sumatera, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi dekat dekat ini. Kami berharap dapat menarik perhatian turis ke kota kota tersebut dengan menyediakan akomodasi yang aman, nyaman, dan luar biasa terjangkau," ujar Managing Director dan Co-Founder ZEN Rooms Indonesia, Nik Semenov. (aff/aff)
Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/11/15/082051/3345378/1382/akhir-tahun-zeenrooms-tebar-diskon-menginap-40-persen?v9922021381

Advetorial Perusahaan

Lorena Sari Group Perusahaan yang Bergerak Dibidang Jasa Transportasi

            sudah tidak asing lagi kita mendengar banyak perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi, karena bisnis seperti ini keuntungannya cukuo sangat menggiurkan. Namun tidak banyak yang memenuhi syarat dan ketentuan berlaku seperti yang masyarakat inginkan. Contohnya masih banyak beberapa perusahaan yang hanya mementingkan keuntungan saja tetapi tidak memikirkan keselamatan penumpang karena angkutan meraka yang kurang layak untuk beroperasi.
            Dari sekian banyak Perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi ada salah satu perusahaan jasa yang cukup terkenal namanya. Salah satunya ialah PT.Eka Sari Lorena Transport dan PT.Ryanta Mitra Karina atu lebih dikenal dengan sebutan LORENA-KARINA.
            LORENA-KARINA ini merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa Angkutan Darat Antar Kota Antar Provinsi atau bisa disebut (AKAP) dengan fasilitas dan pelayanan prima. LORENA-KARINA senantiasa berusaha melayani pelanggan secara khusus dan pribadi, serta konsisten dalam menjaga inti dan integritas pelayanannya agar selalu menjadi pelopor dibidang bisnis jasa transportasi.
            Untuk memuaskan keinginan pelanggan, maka LORENA-KARINA menerapkan kebijakan mutu yaitu selalu “mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjamin bahwa jasa transportasi darat yang dihasilkan dapat memenuhi mutu yang dipersyaratkan dan dengan harga yang kompetetif serta mengupayakan peningkatan pelayanan kepada pelanggan secara berkesinambungan”.
            LORENA-KARINA juga sangat memperhatikan kondisi angkutan yang mereka miliki, meraka audit terhadap angkutan yang mereka punya. Agar tidak ada angkutan yang tidak layak pakai yang beroperasi. Disamping itu LORENA-KARINA juga melakukan service atau memperbaiki terhadap angkutan yang memiliki kerusakan. Supaya  masyarakat atau pelanggan yang menggunakan jasa angkutan mereka merasa puas.
            Pengembangan jaringan dan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan transportasi darat, dilakukan secara konsisten dan didukung penuh oleh manajemen yang handal. Untuk memberikan layanan terbaik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, kami telah mengembangkan jaringan lebih dari 60 kota di wilayah Sumatera,Jawa,Bali dan Madura.
            Hasil kerja keras dan komitmen LORENA-KARINA untuk selalu meningkatkan kepuasan para pelanggan telah menghasilkan penghargaan dan sertifikat mengakuan dari berbagai lembaga, baik dari dalam maupun luar negeri.
            Dalam motto 3S yaitu :
·         SABAR
·         SOPAN
·         SENYUM
            LORENA-KARINA mencobamembangun dan menjaga citra pelayanan sebaik mungkin dan berupaya untuk menyakinkan masyarakat bahwasanya LORENA-KARINA adalah perusahaan jasa transportasi darat yang dapat diandalkan dan selalu selangkah lebih maju.
            Hal ini terbukti dengan diraihnya sertifikat ISO 9001:2000 ditahun 2003, yang menjadikan LORENA-KARINA merupakan perusahaan transportasi darat pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat ISO 9001:2000.
            Didalam mewujudkan komitmen LORENA-KARINA, maka secara berkala dan keseimbangan diadakan penilaian pelayanan dan kinerja demi meningkatkan kualitas mutu pelayanan. Berupaya untuk memberikan yang terbaik adalah merupakan cita-cita utama LORENA-KARINA.
            Dengan pelayanan ekstra LORENA-KARINA menjamin setiap keselamatan pelanggan dan masyarakat yang menggunakan jasa angkutan LORENA-KARINA. Agar LORENA-KARINA memiliki kepercayaan dari pelanggan serta masyarakat yang menggunakan jasa angkutan LORENA-KARINA.


Advetorial Pemerintah

Kementrian Pertahanan Republik Indonesia

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 roda pemerintahan segera bergerak, antara lain dengan pemindahan kekeuasaan yang di selenggarakan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Oleh karena itu panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, segera menyusun kabinet pertama yaitu tipe Presidensial dan hasilnya diumumkan pada 19 Agustus 1945. Kabinet ini memiliki 15 Kementerian serta 5 Kementerian Negara, namun salah satu jabatan Menteri Negara lalu di tiadakan karena menteri yang bersangkutan yaitu AA Maramis diangkat menjadi Menteri Keuangan.
Pada kabinet pertama tersebut belum memiliki Menteri Pertahanan, dan fungsi Kementerian Pertahanan Negara ada di dalam Kementerian Keamanan Rakyat, yang dipimpin oleh Menteri Keamana Rakyat, yakni mantan Sodancho Suprijadi. Sebagaimana diketahui bahwa Suprijadi tidak pernah menduduki posisi sebagai Menhan dan selanjutnya posisi Menhan digantikan oleh Sulyadikusumo sebagai Menteri ad interim pada 20 Oktober 1945.
Pada masa kabinet Sjahrir ke-1 yaitu periode 14 November 1945-12 Maret 1946 fungsi pertahanan negara juga masih berada di bawah wewenang Menteri Keamanan Rakyat, yang dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Namun pada kabinet Sjahrir ke-2 periode 12 Maret – 2 Oktober 1946, dibentuk Kementerian Pertahanan yang dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Di dalam kabinet ini fungsi pertahanan keamanan mulai ditekankan.
Dalam Perjalanannya, jabatan Menteri Pertahanan sering dijabat rangkap oleh satu orang, seperti PM Amir Sjarifuddin pada kabinetnya (3 Juli – 11 November 1947), yang menunjukan betapa pentingnya fungsi pertahanan negara dalam menghadapi beragam konflik yang terjadi pada saat itu.
Pada periode Kabinet Hatta ke-1 periode 29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949, saat Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI dalam keadaan darurat akibat tekanan tentara Belanda, Wapres Drs. Moh. Hatta merangkap sebagai Menteri Pertahanan ad interim. Namun pada 15 Juli 1949 jabatan Menhan dipegang oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sri Sultan juga menjabat Menhan pada masa Kabinet Hatta ke-2 dan Kabinet Republik Indonesia Serikat hingga 6 September 1950, dan kemudian menjabat lagi pada beberapa kabinet berikutnya hingga mundur atas permintaan sendiri pada 2 Juni 1953. Pada kabinet Pembangunan I di Era Orde Baru, mulai 6 Juni 1968 jabatan Menteri Pertahanan Keamanan dirangkap Persiden RI Jenderal TNI Soeharto.
Baru kemudian pada kabinet Pembangunan II periode 28 Maret 1973 – 29 Maret 1978, jabatan Menteri Pertahanan dan Keamanan diemban oleh satu orang, yakni oleh Jenderal TNI Maraden Panggabean. Selanjutnya pada Kabinet Pembangunan III periode 28 Maret 1978 – 19 Maret 1983, Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI diserahkan kepada Jenderal TNI M. Jusuf, dan pada periode ini lahir UU Nomor 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara RI.
Pada kabinet berikutnya, periode 19 Maret 1983 – 23 Maret 1988 jabatan Menteri Pertahanan Keamanan RI di pegang oleh Jenderal TNI (Purn) Poniman. Seterusnya, Menhankam dijabat oleh Jenderal TNI (purn) LB Moerdani mulai tahun 1988 – 1993. Kemudian tahun1993 – 1998 Presiden Suharto mempercayai Jenderal TNI (purn) Edi Sudrajat sebagai Menteri Pertahanan Keamanan.
Menjelang detik-detik Reformasi, dimana selanjutnya Presiden RI Soeharto mengundurkan diri, Jenderal TNI Wiranto memegang jabatan sebagai Menteri Pertahanan Keamanan RI 14 Maret 1998 – 21 Mei 1998. Saat itu terjadi pergantian Presiden RI dari Presiden Soeharto kepada Wakil Presiden RI, B.J. Habibie. Kemudian, pada masa kabinet pertama Era Refromasi 22 Mei 1998 – 29 Oktober 1999 Jenderal TNI Wiranto tetap dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Pertahanan Keamanan.
Dalam perjalanannya, dimasa pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, pada 1 Juli 2000 Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi lepas dari Departermen Hankam, dan TNI menjadi lembaga otonom yang bertangung jawab langsung kepada Presiden RI. Pada era Kabinet yang dipimpin Gus Dur, pada 1 Juli 2000 Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi dilepas dari Depertermen Hankam dan TNI menjadi lembaga otonom yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Pada era Kabinet yang di pimpim oleh Gus Dur, Jabatan Menteri Pertahanan kembali dipegang oleh kalangan sipil,berasal dari kalangan akademisi, yaitu Prof. Dr. Juwono Sudarsono periode 1999-2000, dan periode 26 Agustus 2000 – 14 Agustus 2001 dijabat oleh Prof. Dr. Mahfud M.D. Pada era kepemimpinan Megawati Soekarno Putri mulai 14 Agustus 2001 – 25 Oktober 2004 jabatan Menteri Pertahanan dipercayakan kepada H. Matori Abdul Djalil.
Pada masa Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I mulai 29 Oktober 2004 – 26 Oktober 2009 di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Prof. Dr. Juwono Sudarsono ditempatkan kembali sebagai Menteri Pertahanan RI. Sejumlah Rancangan Undang-undang (RUU) yang berkaitan dengan masalah “pertahanan” disusun dan di ajukan ke DPR untuk disahkan menjadi UU, antara lain RUU Komponen Cadangan, RUU Keamanan Nasional, RUU Rahasia Negara, RUU Peradilan Milter dan RUU Veteran.
Selanjutnya pada Kabinet Indonesia Bersatu Ke II periode 2009 – 2014 yang kembali berada di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, jabatan Menhan dipercayakan kepada Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, MA, Msc yang dalam Kabinet Indonesia Bersatu I menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral / ESDM dan Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin, MBA sebagai Wakil Menteri. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tanggal 6 November 2008 tentang Kementerian Negara, nama Departemen Pertahanan RI pun berubah menjadi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Langkah-langkah dan sasaran kebijakan Kementerian Pertahanan sangat beragam, sangat tergantung situasi dan kondisi serta Pimpinan Negara saat itu dan siapa yang dipercaya sebagai Menteri Pertahanan. Yang pasti, Kemhan RI, sejak era Proklamasi, masa Orde Lama, Orde Baru hingga di Era Reformasi, sekarang dan ke depan Kemhan senantiasa tetap pada posisi yang sangat strategis dan berperan penting dalam menjaga keamanan Negara dan keselamatan bangsa, serta kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Feature Kiat ( How To Do It )

Memeperingatai Hardiknas

Feature How To Do It