Review Film
PENGEKAKNGAN PERS YANG TIDAK SEMESTINYA : REVIEW THE POST
Pada jaman sekarang ini
media tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk mendidik, menghibur,
menyebarkan berita dan lain-lain. Namun pada jaman sekarang ini media sudah
menjadi alat politik untuk kepentingan kelompok maupun pemilik dari media
tersebut sehingga media yang independen sudah sedikit dijumpai.
The Washington Post yang memberitakan soal skandal pemerintah
yang menutupi fakta soal Perang Vietnam. Sejak administrasi 3 presiden
sebelumnya, dan sekarang giliran Nixon, pemerintah secara sembunyi-sembunyi
mendukung perang yang mereka tahu tak bisa dimenangkan, yang berarti
mengorbankan ratusan nyawa pemuda Amerika untuk hal yang sia-sia. Adalah Daniel
Ellsberg (Matthew Rhys), seorang mantan
tentara, yang membawa kabur ribuan lembar fotokopi dokumen rahasia pemerintah
tersebut untuk diungkap ke publik.
Awalnya yang mendapat dokumen adalah The New York Times,
koran nasional yang dianggap sebagai saingan oleh The Washington Post yang saat
itu baru berstatus koran lokal. Namun koran ini dipersekusi karena dinilai
mengancam keamanan nasional. Saatnya memancing di air keruh; kesempatan bagi
The Washington Post untuk mengambil alih. Informan The New York Times mengoper
dokumennya dan sekarang The Washington Post sudah punya 4000 halaman rahasia
pemerintah. Masalahnya adalah dokumen ini sudah diputuskan oleh Kejaksaan Agung
untuk dilarang diterbitkan. Membuat liputan tentangnya tak hanya mengancam
keberlangsungan koran melainkan juga bisa membuat pihak yang terlibat dipenjara.
The Post lebih sedikit
bermain sebagai film prosedural jurnalistik, alih-alih cenderung mencermati
problematika yang berpotensi ditimbulkan oleh subyek yang diangkatnya.
Disinilah film memberikan dua karakter dari The Washington Post yang berbeda
cara pandang: redaktur Ben Bradlee (Tom Hanks) yang idealis dan sang bos Kay Graham (Meryl Streep) yang lebih konservatif. Sama-sama ingin koran mereka maju,
tapi punya metode yang berbeda untuk mencapai tujuan. Ben bersikap bodoamat
dengan represi pemerintah, sementara Kay mengkhawatirkan korannya yang terancam
bangkrut.
Dengan review singkat yang saya berikan, kita dapat sedikit
mengetahui apa yang sebenarnya diceritakan di dalam film tersebut. Film yang
rilis pada tahun 2017 ini mendapatkan rating sebesar 7,2 di IMDB. Ini merupakan
rating yang lumayan besar untuk rating-rating film di IMDB, dengan kata lain
film ini layak untuk menjadi salah satu referensi film untuk ditonton di akhir pekan
anda.
Komentar
Posting Komentar